MODUL KELANGKAAN DAN KEBUTUHAN MANUSIA untuk SMP/MTs Kelas VII

 

MODUL PEMBELAJARAN SMP/MTs KELAS VII

KELANGKAAN DAN KEBUTUHAN MANUSIA

 

MATA PELAJARAN: IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)

Disusun oleh: Kiyat Yuliani

 

 

KELANGKAAN DAN KEBUTUHAN MANUSIA

 

Manusia dikenal sebagai mahluk ekonomi (Homo Economicus) karena manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan, tentu saja dengan cara yang rasional sehingga dapat mencapai kesejahteraannya. Istilah Homo Economicus pertama kali dicetuskan oleh Adam Smith yang Adam Smith mengajarkan perlunya setiap manusia diberi kebebasan berusaha secara individu untuk memenuhi kebutuhan sampai memperoleh kemakmuran. Jika setiap individu memperoleh kemakmuran maka negara masyarakat akan makmur.

Manusia berhadapan dengan inti masalah ekonomi yaitu kelangkaan. Kelangkaan ( scarcity) juga dapat disebut sebagai kekurangan (paucity). Ekonom Inggris, Lionel Robbins dalam Nature and Significance of Economic Science (1932), mendefinisikan disiplin dalam hal kelangkaan. Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia sebagai hubungan antara tujuan dan sarana langka yang memiliki kegunaan alternatif. Menurut Kamus Oxford, kelangkaan adalah keadaan menjadi langka atau kekurangan pasokan. Dalam Kamus Cambridge, kelangkaan adalah situasi di mana sesuatu tidak mudah ditemukan atau didapat. Dikutip dari Investopedia, kelangkaan adalah dasar masalah inti ekonomi di mana alokasi sarana yang terbatas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan yang tidak terbatas. Kelangkaan adalah suatu kondisi di mana manusia tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan kebutuhannya. Kelangkaan adalah suatu kondisi ketika sarana untuk memenuhi tujuan terbatas dan mahal.

Kelangkaan kondisi di mana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan semua kebutuhan kita. Dengan singkat kata kelangkaan terjadi karena jumlah kebutuhan lebih banyak dari jumlah barang dan jasa yang tersedia. Kelangkaan bukan berarti segalanya sulit diperoleh atau ditemukan. Kelangkaan juga dapat diartikan alat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan jumlahnya tidak seimbang dengan kebutuhan yang harus dipenuhi. Kelangkaan mengandung dua pengertian:

a.    Alat pemenuhan kebutuhan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.

b.    Untuk mendapatkan alat pemuas kebutuhan memerlukan pengorbanan yang lain.

Masalah kelangkaan selalu dihadapi merupakan masalah bagaimana seseorang dapat memenuhi kebutuhan yang banyak dan beraneka ragam dengan alat pemuas yang terbatas. Dalam menghadapi masalah kelangkaan, ilmu ekonomi berperan penting karena massal ekonomi yang sebenarnya adalah bagaimana kita mampu menyeimbangkan antara keinginan yang tidak terbatas dan alat pemuas kebutuhan yang terbatas. Apabila suatu sumber daya dapat digunakan untuk menghasilkan suatu alat pemuas kebutuhan dalam jumlah tidak terbatas, maka sumber daya tersebut dikatakan tidak mengalami kelangkaan. Adapun faktor penyebab kelangkaan, yaitu:

a.       Keterbatasan sumber daya

Alam memang menyediakan sumber daya yang cukup melimpah. Namun, tetap saja jumlahnya terbatas, apalagi jika manusia mengolahnya secara sembarangan. Walaupun sumber daya tersebut dapat diperbaharui atau tersedia secara bebas, tetap saja akan berkurang dan lama-kelamaan akan habis.

 

b.      Perbedaan letak geografis

Sumber daya alam biasanya tersebar tidak merata disetiap daerah. Ada daerah yang sangat subur, ada pula daerah yang kaya akan bahan tambang. Namun, ada pula daerah yang gersang dan selalu kekurangan air. Perbedaan ini menyebabkan sumber daya menjadi langka dan terbatas, terutama bagi daerah yang tidak mempunyai sumber daya yang melimpah.

c.       Pertambahan jumlah penduduk

Pertumbuhan jumlah penduduk selalu lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan produksi barang dan jasa. Hal ini telah diamati oleh seorang ekonom, Thomas Robert Malthus. Menurutnya, jumlah manusia tumbuh mengikuti deret ukur (1, 2, 4, 8, 16, dan seterusnya). Sementara jumlah produksi hanya tumbuh mengikuti deret hitung (1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya).

d.      Keterbatasan kemampuan produksi

Kemampuan produksi didukung oleh faktor-faktor produksi yang digunakan. Misalnya kapasitas faktor produksi manusia terbatas karena masih bisa sakit, lelah, atau bosan. Mesin produksi juga bisa rusak dan aus. Selain itu, keterbatasan produksi juga ditentukan karena perkembangan teknologi yang tidak sama. Di negara maju, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Sementara itu, di negara berkembang perkembangan kebutuhan barang dan jasa masih lebih cepat daripada perkembangan teknologinya. Keterbatasan produksi menyebabkan penawaran tetap sedangkan permintaan barang tersebut tinggi sehingga selain menyebabkan kelangkaan juga dapat menyebabkan inflasi permintaan.

e.       Bencana alam

Bencana alam merupakan faktor perusak yang berada di luar kekuasaan dan kemampuan manusia. Walaupun sebenarnya sebagian bencana terjadi akibat ulah manusia sendiri. Banjir, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran hutan, dan lain-lain telah membawa dampak kerugian yang cukup besar. Kerusakan bangunan, tempat usaha, sumber daya alam, dan bahkan korban jiwa yang menjadi korban bencana alam tersebut.

f.        Tidak ada pengganti (substitusi) yang efektif.

Tidak adanya pengganti akan suatu barang atau jasa merupakan salah satu penyebab terjadinya kelangkaan.

Kebutuhan adalah suatu keinginan terhadap suatu barang dan jasa yang menuntut adanya pemenuhan, apabila tidak dipenuhi maka akan mempengaruhi kehidupan. Dalam pemenuhan kebutuhan perlu adanya skala yang digunakan agar alat pemenuh kebutuhan sesuai kebutuhan. Skala tersebut adalah skala prioritas yang seharusnya dapat diterapkan oleh setiap rumah tangga dengan membuat suatu daftar yang memuat semua kebutuhan dan harus disesuaikan dengan penghasilan. Untuk mengetahui lebih jelas kebutuhan manusia, berikut macam-macm kebutuhan manusia:

a.       Macam macam kebutuhan menurut intensitasnya atau tingkatannya

1.      Kebutuhan Primer atau kebutuhan pokok

Kebutuhan pokok adalah kebutuhan yang harus dipenuhi karena bila tidak dipenuhi akan mempengaruhui kelangsungan hidup. Adapun yang termasuk kebutuhan primer antara lain: kebutuhan akan makan, kebutuhan ini bila tidak terpenuhi maka manusia tidak bisa hidup. Kebutuhan pakaian, kebutuhan ini harus dipenuhi karena manusia perlu bersosialisasi dengan sesama, dan apabila tidak dipenuhi maka akan mengalami kesulitan dalam pergaulan. Perumahan merupakan kebutuhan tempat untuk berteduh, istirahat dan melepas lelah sehingga kebutuhan ini mutlak harus dipenuhi.

2.      Kebutuhan sekunder (tambahan)

Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan sekunder merupakan pelengkap dari kebutuhan primer. Tidak terpenuhinnya kebutuhan ini tidak mengganggu kelangsungan hidup. Kebutuhan sekunder antara lain, perabot rumah tangga, lemari, arloji, radio, dan sabun.

3.      Kebutuhan Tersier atau kebutuhan barang mewah

Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder terpenuhi. Kebutuhan ini tidak mutlak harus dipenuhi tetapi disesuaikan dengan kondisi keuangan dari masing-masing orang. Biasanya kebutuhan ini berhubungan dengan harga diri orang tersebut, apabila seseorang mampu memiliki barang-barang mewah. Pada saat ini sulit menentukan mana barang mewah dan mana yang bukan, karena tergantung dari tingkat kekayaan yang dimiliki masing-masing orang.

b.      Macam-Macam Kebutuhan Menurut Sifat

Macam-macam kebutuhan menurut sifatnya dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.

1.    Kebutuhan Jasmani adalah kebutuhan yang bersifat memberi kepuasan pada badan atau jasmani. Kebutuhan ini bersifat materi. Contoh kebutuhan ini antara lain kebutuhan akan makan, obat bagi yang sakit, minuman, kesehatan, dan olah raga.

2.    Kebutuhan Rohani adalah kebutuhan yang dirasakan untuk kepentingan jiwa manusia. Apabila kebutuhan ini terpenuhi akan merasa puas, aman dan tenang. Contoh kebutuhan rokhani antara lain kebutuhan akan rekreasi, agama, nonton TV, baca buku, dan pendidikan.

c.       Macam-Macam Kebutuhan Menurut Waktu Penggunaannya

Menurut Waktunya, kebutuhan manusia dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut:

1.    Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan manusia yang harus segera dipenuhi pada saat dibutuhkan. Apabila pemenuhan kebutuan ini tidak dilakukan dengan segera akan berakibat tidak baik terhadap kelangsungan hidupnya, yang termasuk kebutuhan sekarang antara lain:

a)   Makanan sangat dibutuhkan oleh orang yang kelaparan dan ini harus segera dipenuhi karena orang bisa mati kelaparan

b)   Minuman sangat dibutuhkan bagi orang yang kehausan dan ini harus segera dipenuhi karena orang bisa mati kehausan

c)   Obat sangat dibutuhkan bagi orang yang sakit. Kebutuhan ini tidak bisa ditunda karena akan berakibat fatal.

2.    Kebutuhan masa yang akan datang adalah kebutuhan manusia yang pemenuhannya dapat ditangguhkan pada masa yang akan datang. Pemenuhan kebutuhan ini dapat dipersiapkan dari sekarang. Contoh, seseorang saat ini bekerja untuk memperoleh uang tetapi tidak lupa menyisihkan sebagian uangnya untuk memenuhi kebutuhan yang akan datang. Uang tabungan ini bisa digunakan untuk pendidikan di masa depan bagi anak-anaknya.

d.      Macam-Macam Kebutuhan Menurut Subjek

Menurut subyek yang merasakannya, kebutuhan manusia dibedakan menjadi dua macam yaitu:

1.    Kebutuhan Individual adalah kebutuhan yang berhubungan langsung dengan perorangan. Kebutuhan ini dirasakan oleh diri pribadi seseorang dan pemenuhannya dilakukan secara individu. Tentu saja kebutuhan ini tidak sama orang yang satu dengan yang lainnya. Contoh kebutuhan ini seperti makan, minum, mobil, sepatu, dan kaca mata. Kebutuhan tergantung dari keinginan masing-masing.

2.    Kebutuhan kelompok atau kolektif adalah kebutuhan yang dirasakan oleh sekelompok orang secara bersama-sama dan pemenuhannya juga dilakukan secara bersama-sama. Contoh kebutuhan ini antara lain: kebutuhan akan jalan, jembatan, sekolah, pasar, dan lapangan.

 

Untuk bisa melangsungkan kehidupannya dan memperoleh kemakmuran, orang harus mampu mengimbangi kebutuhan dengan alat pemenuhan yang ada juga perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara terusmenerus. Alat pemenuhan kebutuhan manusia banyak sekali macamnya.Ada yang berupa barang dan jasa. Ada yang berwujud dan ada tidak berwujud. Begitu juga untuk memperoleh perlu mengeluarkan uang atau tidak mengeluarkan uang untuk memperolehnya.Seperti halnya kebutuhan, alat pemuas kebutuhan terdapat berbagai jenis atau macamnya. Banyaknya alat pemenuhan kebutuhan itu agar mudah mengingat maka perlu diklasifikasikan sebagai berikut.

a.       Alat Pemenuhan Kebutuhan Menurut Kelangkaannya atau Cara Memperolehnya

Menurut kelangkaanya atau cara memperolehnya alat pemuas kebutuhan dibedakan atas barang ekonomis dan barang bebas.

1.        Barang Ekonomis

Barang ekonomis adalah semua barang yang keberadaanya terbatas sehingga untuk memperolehnya perlu pengorbanan baik materiil maupun fisik. Contoh barang ekonomis antara lain sepatu dan air minum.

2.        Barang bebas

Barang bebas adalah barang yang jumlahnya banyak sehingga untuk memperolehnya tidak perlu pengorbanan. Misalnya sinar matahari, udara dan air.

b.      Alat Pemenuhan Kebutuhan Menurut Hubungannya dengan Barang Lain

Berdasar hubungannya dengan barang lain, barang dapat dibedakan menjadi barang substitusi dan barang komplementer.

1.      Barang Substitusi

Barang substitusi adalah barang yang dalam penggunaanya saling dapat menggantikan dengan barang lain dengan syarat barang tersebut memiliki kegunaan yang sama. Contoh barang ini antara lain, nasi bisa diganti fungsinya dengan singkong, dan gula merah bisa digantikan dengan gula putih.

2.      Barang Komplementer

Barang komplementer adalah barang yang penggunaanya dapat saling melengkapi satu sama lain, karena bila tidak salah satu maka barang tersebut kurang bermanfaat atau bahkan tidak bermanfaat sama sekali. Contoh barang ini antara lain: motor tidak akan jalan kalau tidak ada bensin, kompor tidak menyala kalau tidak ada gas atau minyak tanah.

c.       Alat Pemenuhan Kebutuhan Menurut Tujuan Penggunaannya

Dilihat dari tujuan penggunaannya barang dapat dikelompokkan menjadi barang produksi dan barang konsumsi.

1.      Barang Produksi (Barang Modal)

Barang produksi disebut juga barang modal karena barang ini tidak dapat langsung memenuhi kebutuhan manusia tetapi melalui proses dahulu baru dapat digunakannya. Barang ini dapat menghasilkan barang lain. Contoh barang modal antara lain: lahan, mesin, dan gedung.

2.      Barang Konsumsi

Barang konsumsi adalah barang-barang yang dapat digunakan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan manusia. Barang ini banyak ragamnya tergantung dari masing-masing individu yang menginginkan. Dalam kehidupan sehari-hari barang konsumsi disebut juga barang jadi atau siap pakai karena telah melalui proses produksi dan siap dipasarkan. Contoh barang ini antara lain, buku tulis yang kalian butuhkan untuk belajar dan alat tulis.

d.      Alat Pemenuhan Kebutuhan menurut Proses Pembuatannya

Berdasarkan proses pembuatan, alat pemuas kebutuhan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam,yaitu barang mentah, barang setengah jadi dan barang jadi.

1.      Barang Mentah

Barang mentah adalah barang yang belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tetapi harus melalui proses produksi terlebih dahulu. Contoh barang mentah antara lain : padi belum bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan karna masih berupa barang mentah dan harus melalui proses dahulu, begitu juga kayu belum digunakan bila belum dibentuk dulu menjadi perabot.

2.       Barang Setengah Jadi

Barang setengah jadi yaitu barang atau alat pemuas kebutuhan yang masih dalam proses produksi. Contoh barang ini antara lain : benang sebelum dibuat kain, dan tepung sebelum dibuat kue.

3.      Barang Jadi

Barang jadi adalah barang atau alat pemuas kebutuhan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan.Contoh barang ini antara lain : nasi, kue, alat tulis, tas, baju, celana, buku, dan pensil.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan manusia dalam memenuhi kebutuhan adalah sebagai berikut:

1.      Tempat Tinggal

Tempat tinggal manusia mempengaruhi keinginan manusia dalam memenuhi kebutuhan. Manusia yang bertempat tinggal di daerah tropis, dengan dua perubahan musim (musim hujan dan musim kemarau), umumnya membutuhkan makanan yang berkalori tinggi, pakaian yang lebih tipis, dan perumahan yang berventilasi lebar. Hal ini tentu saja berbeda dengan kebutuhan manusia yang bertempat tinggal di daerah dengan empat perubahan musim.

2.      Pendidikan

Manusia yang berpendidikan tinggi, seperti sarjana, berbeda keinginannya dalam memenuhi kebutuhan dengan yang berpendidikan sekolah lanjutan pertama. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin besar dan bervariasi keinginan dalam memenuhi kebutuhan.

3.      Usia

Manusia yang berusia dewasa memiliki keinginan yang berbeda dengan yang masih berusia remaja atau anak-anak. Semakin tinggi usia seseorang maka semakin bervariasi keinginannya dalam memenuhi kebutuhan.

4.      Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia

Manusia yang memiliki sumber daya alam yang banyak atau melimpah, keinginan memenuhi kebutuhannya lebih besar dibanding dengan yang kurang sumber daya alamnya. Sumber daya manusia yang mampu, dalam arti semakin tinggi tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki, memiliki keinginan dan peluang untuk memenuhi kebutuhannya lebih besar dibanding manusia yang kurang mampu.

5.      Jenis Kelamin

Perbedaan jelas kelamin pasti akan memengaruhi perbedaan jenis dan jumlah kebutuhan. Jenis kelamin akan berpengaruh juga pada varian dan jenis ebutuhan.

6.      Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan adanya penemuan-penemuan baru dan produk-produk baru. Munculnya produk baru ini akan memengaruhi orang untuk memilih, sehingga muncul kebutuhan akan produk baru itu.

7.      Tingkat Pendapatan

Semakin besar pendapatan seseornag maka semakin besar pula kebutuhan karena mereka memiliki sarana untuk memenuhinya dan sebaliknya semakin kecil pendapatannya akan semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan.

8.      Status Sosial

Semakin tinggi kedudukan seseorang di masyarakat biasanya semakin beragam dan bertambahnya kebutuhan.

9.      Perbedaan Selera

Perbedaan selera ini akan sangat berpengaruh terhadap barang/jasa yang dibutuhkan. Selera seseorang akan memengaruhi orang tersebut akan pemenuha kebutuhannya.

Dalam memenuhi kebutuhan, manusia tidak dapat melakukannya sendiri, namun memerlukan bantuan orang lain yang sama sama ingin memenuhi kebutuhan. Selain itu manusia meskipun tidak memiliki kesempurnaan dalam segala tindakannya, namun sebagai makhluk ekonomi, dalam bertindak ekonomi setidaknya memiliki empat aspek berikut:

1.      Rasionalitas (akal sehat)

Rasionalitas didefinisikan sebagai kemampuan untuk berpikir baik dan berlatih mengambil keputusan yang tepat. Manusia memiliki beberapa kendala, tetapi dengan akal sehat yang dijalankan, akan dapat mengatasi kendala tersebut. Pemenuhan kebutuhan dengan menggunakan akal sehat dapat membandingkan jumlah biaya yang akan dikeluarkan dengan jumlah barang dan jasa yang akan diperoleh. Selain itu, dengan akal sehat dapat membedakan kebutuhan apa yang harus didahulukan dan apa yang dapat ditunda.

2.      Kepentingan Pribadi

Manusia sebagai homo economicus memiliki kepentingan pribadi yang melekat kental pada dirinya masing-masing. Kepentingan pribadi sebenarnya tidak menguasai secara penuh diri manusia, tetapi masih ada kepentingan lain yang bersifat sosial atau ingin membantu orang lain. Manusia bersaing karena keterbatasan sumber daya ekonomi. Jika sumber daya ekonomi banyak dan melimpah maka tidak terjadi persaingan dan tidak ada yang mendahulukan kepentingan pribadi.

3.      Moral

Manusia dalam memenuhi kebutuhannya, harus mempertimbangkan aspek-aspek moral. Aspek moral dan akhlak sangat diperlukan saat manusia menjalankan fungsinya sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi. Penggunaan moral dan akhlak akan dapat menghindarkan terjadinya pemenuhan kebutuhan dengan menghalalkan segala cara, merugikan orang lain, atau dengan jalan yang tidak baik. Bersikap jujur dalam kehidupan adalah kunci utamanya.

4.      Informasi

Untuk dapat melakukan kegiatan ekonomi dengan baik, dibutuhkan informasi yang benar dan lengkap agar pilihan yang ditetapkan mempunyai nilai guna yang besar sehingga manfaatnya juga besar. Dengan adanya informasi, manusia melakukan pilihan-pilihan yang tepat dari sekian banyak informasi. Semakin lengkap informasi, semakin besar kemungkinan memilih yang terbaik.

.

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa manusia sebagai makhluk ekonomi tidak bisa lepas dari peran manusia lain dalam memenuhi kebutuhannya. Kondisi tersebut secara tidak langsung menggambarkan bahwa manusia pada dasarnya juga makhluk sosial. Manusia sebagai individu dalam kehidupan sehari-harinya selalu berinteraksi atau berhubungan dengan individu yang lain. Hubungan tersebut secara alami akan mendorong setiap individu untuk melakukan kerjasama. Untuk mewujudkan perilaku manusia yang bekerjasama secara harmonis dalam memenuhi kebutuhan, maka perlu adanya kepedulian dari setiap diri manusia mewujudkan keselarasan antara fungsi manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi.

Beberapa bentuk kepedulian dari setiap diri manusia mewujudkan keselarasan antara fungsi manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi antara lain sebagai berikut:

1.      Saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing dalam melakukan kerjasama.

2.      Saling berbagi ilmu dan pengetahuan untuk kemajuan bersama.

3.      Saling tolong-menolong dan bahu-membahu dalam kegiatan sehari-hari.

4.      Menjaga dan memupuk harga diri setiap pihak dalam melakukan kerjasama.

5.      Bahu-membahu untuk mencapai tujuan bersama tanpa mengesampingkan norma-norma yang berlaku.

Perbedaan kemampuan setiap manusia menyebabkan manusia dapat lepas dari manusia yang lain. Perbedaan kemampuan setiap manusia ini, menyebabkan pula perbedaan hubungan perilaku kerjasama. Hubungan perilaku kerjasama biasanya didasarkan pada maksud dan tujuan yang diinginkan, yaitu sebagai berikut:

1.      Hubungan kerjasama yang saling menguntungkan

Manusia tidak memiliki kemampuan yang sama dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Misalnya, tidak setiap orang memiliki kemampuan untuk menjadi seorang koki atau menjadi seorang pengusaha mebel. Misalnya, Pak Anwar adalah seorang pengusaha mebel yang ingin membuka sebuah rumah makan. Namun, ia tidak mempunyai kemampuan untuk menjalankan usahanya itu. Sebaliknya, Pak Darwin saudaranya, ahli dalam masakan Padang yang ingin membuka rumah makan Padang, namun tidak memiliki dana. Kemudian Pak Darwin menawarkan jasanya kepada Pak Anwar untuk mengelola rumah makan tersebut. Karena dirasa menguntungkan, Pak Anwar menerima tawaran tersebut. Dari kerjasama ini, Pak Anwar dapat menikmati hasil rumah makan Padang yang dijalankan Pak Darwin, sedangkan Pak Darwin memperoleh penghasilan dari rumah makan yang dijalankannya. Kerjasama antara Pak Anwar dengan Pak Darwin adalah contoh kerjasama yang saling menguntungkan, karena keduanya sama-sama memperoleh keuntungan.

2.      Kerjasama untuk kepentingan bersama

Kerjasama untuk kepentingan bersama banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, misalnya adanya gotong-royong kegiatan kebersihan lingkungan atau kegiatan penghijauan. Dalam kehidupan ekonomi, misalnya sebuah perusahaan besar berperan sebagai bapak angkat bagi usaha kecil menengah (UKM). Perusahaan besar memberikan bimbingan, pengarahan dalam kegiatan produksi dan pemasaran, serta bantuan modal kepada UKM agar bisa berkembang besar dan akhirnya mampu berdiri sendiri. Sebaliknya, perusahaan kecil dapat mendukung perusahaan besar dengan memasarkan hasil produksi perusahaan besar.

3.      Kerjasama untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan orang lain.

Pada awalnya, manusia berpikir dan berusaha bagaimana cara memenuhi kebutuhannya sendiri. Namun, setelah mereka menyadari bahwa kebutuhan tersebut tidak hanya dibutuhkan sendiri, maka manusia juga berusaha bagaimana ia dapat memenuhi kebutuhan orang lain. Manusia dalam memenuhi kebutuuhan hidupnya selalu dibatasi oleh norma-norma yang berlaku. Bentuk kerjasama yang paling baik dalam memenuhi kebutuhan adalah kerjasama yang saling menghormati. Manusia harus menggunakan akal dan pikirannya dalam berusaha dan bertindak. Karena hanya dengan akal dan pikiran yang sehat akan membuat kita dapat memahami kebutuhan sendiri dan kebutuhan orang lain. Misalnya, saat musim kemarau, masyarakat desa kesulitan akan air bersih. Air bersih yang tersedia hanya terbatas pada air pancuran yang mengalir dari pegunungan. Oleh karena air bersih sangat terbatas, maka masyarakat sepakat untuk mengadakan antrian secara bergiliran agar semua masyarakat desa mendapatkan air bersih. Kerjasama yang saling menghormati ini penting dilakukan agar tidak terjadi perselisihan antarwarga masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Setiawan, Iwan dkk. 2016. Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VII Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016. Jakarta: Buku Sekolah Elektronik (BSE).

Nurdin, Muh dkk. 2008. Mari Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Buku Sekolah Elektronik (BSE).

https://id.wikipedia.org/wiki/Kelangkaan

https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/05/160000869/kelangkaan-pengertian-ciri-ciri-penyebab?page=all

 

 

Comments

Popular Posts