MODUL KELANGKAAN DAN KEBUTUHAN MANUSIA untuk SMP/MTs Kelas VII
MODUL PEMBELAJARAN SMP/MTs KELAS VII
KELANGKAAN DAN KEBUTUHAN MANUSIA
MATA PELAJARAN: IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)
Disusun oleh:
Kiyat Yuliani
KELANGKAAN DAN
KEBUTUHAN MANUSIA
Manusia
berhadapan dengan inti masalah ekonomi yaitu kelangkaan. Kelangkaan ( scarcity)
juga dapat disebut sebagai kekurangan (paucity). Ekonom Inggris, Lionel Robbins
dalam Nature and Significance of Economic Science (1932), mendefinisikan
disiplin dalam hal kelangkaan. Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku
manusia sebagai hubungan antara tujuan dan sarana langka yang memiliki kegunaan
alternatif. Menurut Kamus Oxford, kelangkaan adalah keadaan menjadi langka atau
kekurangan pasokan. Dalam Kamus Cambridge, kelangkaan adalah situasi di mana
sesuatu tidak mudah ditemukan atau didapat. Dikutip dari Investopedia,
kelangkaan adalah dasar masalah inti ekonomi di mana alokasi sarana yang
terbatas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan yang tidak terbatas. Kelangkaan
adalah suatu kondisi di mana manusia tidak mempunyai cukup sumber daya untuk
memuaskan kebutuhannya. Kelangkaan adalah suatu kondisi ketika sarana untuk
memenuhi tujuan terbatas dan mahal.
Kelangkaan
kondisi di mana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan semua
kebutuhan kita. Dengan singkat kata kelangkaan terjadi karena jumlah kebutuhan
lebih banyak dari jumlah barang dan jasa yang tersedia. Kelangkaan bukan
berarti segalanya sulit diperoleh atau ditemukan. Kelangkaan juga dapat
diartikan alat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan jumlahnya tidak
seimbang dengan kebutuhan yang harus dipenuhi. Kelangkaan mengandung dua
pengertian:
a.
Alat
pemenuhan kebutuhan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.
b.
Untuk
mendapatkan alat pemuas kebutuhan memerlukan pengorbanan yang lain.
Masalah
kelangkaan selalu dihadapi merupakan masalah bagaimana seseorang dapat memenuhi
kebutuhan yang banyak dan beraneka ragam dengan alat pemuas yang terbatas.
Dalam menghadapi masalah kelangkaan, ilmu ekonomi berperan penting karena
massal ekonomi yang sebenarnya adalah bagaimana kita mampu menyeimbangkan
antara keinginan yang tidak terbatas dan alat pemuas kebutuhan yang terbatas.
Apabila suatu sumber daya dapat digunakan untuk menghasilkan suatu alat pemuas
kebutuhan dalam jumlah tidak terbatas, maka sumber daya tersebut dikatakan
tidak mengalami kelangkaan. Adapun faktor penyebab kelangkaan, yaitu:
a.
Keterbatasan
sumber daya
Alam memang menyediakan sumber daya yang cukup melimpah.
Namun, tetap saja jumlahnya terbatas, apalagi jika manusia mengolahnya secara
sembarangan. Walaupun sumber daya tersebut dapat diperbaharui atau tersedia
secara bebas, tetap saja akan berkurang dan lama-kelamaan akan habis.
b.
Perbedaan
letak geografis
Sumber daya alam biasanya tersebar tidak merata disetiap
daerah. Ada daerah yang sangat subur, ada pula daerah yang kaya akan bahan
tambang. Namun, ada pula daerah yang gersang dan selalu kekurangan air.
Perbedaan ini menyebabkan sumber daya menjadi langka dan terbatas, terutama
bagi daerah yang tidak mempunyai sumber daya yang melimpah.
c.
Pertambahan
jumlah penduduk
Pertumbuhan jumlah penduduk selalu lebih cepat
dibandingkan dengan pertumbuhan produksi barang dan jasa. Hal ini telah diamati
oleh seorang ekonom, Thomas Robert Malthus. Menurutnya, jumlah manusia tumbuh
mengikuti deret ukur (1, 2, 4, 8, 16, dan seterusnya). Sementara jumlah
produksi hanya tumbuh mengikuti deret hitung (1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya).
d.
Keterbatasan
kemampuan produksi
Kemampuan produksi didukung oleh faktor-faktor produksi
yang digunakan. Misalnya kapasitas faktor produksi manusia terbatas karena
masih bisa sakit, lelah, atau bosan. Mesin produksi juga bisa rusak dan aus.
Selain itu, keterbatasan produksi juga ditentukan karena perkembangan teknologi
yang tidak sama. Di negara maju, perkembangan teknologi berlangsung sangat
cepat. Sementara itu, di negara berkembang perkembangan kebutuhan barang dan
jasa masih lebih cepat daripada perkembangan teknologinya. Keterbatasan
produksi menyebabkan penawaran tetap sedangkan permintaan barang tersebut
tinggi sehingga selain menyebabkan kelangkaan juga dapat menyebabkan inflasi
permintaan.
e.
Bencana
alam
Bencana alam merupakan faktor perusak yang berada di luar
kekuasaan dan kemampuan manusia. Walaupun sebenarnya sebagian bencana terjadi
akibat ulah manusia sendiri. Banjir, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran
hutan, dan lain-lain telah membawa dampak kerugian yang cukup besar. Kerusakan
bangunan, tempat usaha, sumber daya alam, dan bahkan korban jiwa yang menjadi
korban bencana alam tersebut.
f.
Tidak
ada pengganti (substitusi) yang efektif.
Tidak adanya pengganti akan suatu barang atau jasa
merupakan salah satu penyebab terjadinya kelangkaan.
Kebutuhan adalah suatu keinginan terhadap suatu barang dan
jasa yang menuntut adanya pemenuhan, apabila tidak dipenuhi maka akan
mempengaruhi kehidupan. Dalam pemenuhan kebutuhan perlu adanya skala yang
digunakan agar alat pemenuh kebutuhan sesuai kebutuhan. Skala tersebut adalah
skala prioritas yang seharusnya dapat diterapkan oleh setiap rumah tangga
dengan membuat suatu daftar yang memuat semua kebutuhan dan harus disesuaikan
dengan penghasilan. Untuk mengetahui lebih jelas kebutuhan manusia, berikut
macam-macm kebutuhan manusia:
a.
Macam
macam kebutuhan menurut intensitasnya atau tingkatannya
1.
Kebutuhan
Primer atau kebutuhan pokok
Kebutuhan pokok
adalah kebutuhan yang harus dipenuhi karena bila tidak dipenuhi akan
mempengaruhui kelangsungan hidup. Adapun yang termasuk kebutuhan primer antara
lain: kebutuhan akan makan, kebutuhan ini bila tidak terpenuhi maka manusia
tidak bisa hidup. Kebutuhan pakaian, kebutuhan ini harus dipenuhi karena
manusia perlu bersosialisasi dengan sesama, dan apabila tidak dipenuhi maka akan
mengalami kesulitan dalam pergaulan. Perumahan merupakan kebutuhan tempat untuk
berteduh, istirahat dan melepas lelah sehingga kebutuhan ini mutlak harus
dipenuhi.
2.
Kebutuhan
sekunder (tambahan)
Kebutuhan
sekunder adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi.
Kebutuhan sekunder merupakan pelengkap dari kebutuhan primer. Tidak
terpenuhinnya kebutuhan ini tidak mengganggu kelangsungan hidup. Kebutuhan
sekunder antara lain, perabot rumah tangga, lemari, arloji, radio, dan sabun.
3.
Kebutuhan
Tersier atau kebutuhan barang mewah
Kebutuhan tersier
adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder
terpenuhi. Kebutuhan ini tidak mutlak harus dipenuhi tetapi disesuaikan dengan kondisi
keuangan dari masing-masing orang. Biasanya kebutuhan ini berhubungan dengan
harga diri orang tersebut, apabila seseorang mampu memiliki barang-barang
mewah. Pada saat ini sulit menentukan mana barang mewah dan mana yang bukan,
karena tergantung dari tingkat kekayaan yang dimiliki masing-masing orang.
b.
Macam-Macam
Kebutuhan Menurut Sifat
Macam-macam
kebutuhan menurut sifatnya dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu kebutuhan
jasmani dan kebutuhan rohani.
1.
Kebutuhan
Jasmani adalah kebutuhan yang bersifat memberi kepuasan pada badan atau
jasmani. Kebutuhan ini bersifat materi. Contoh kebutuhan ini antara lain
kebutuhan akan makan, obat bagi yang sakit, minuman, kesehatan, dan olah raga.
2.
Kebutuhan
Rohani adalah kebutuhan yang dirasakan untuk kepentingan jiwa manusia. Apabila
kebutuhan ini terpenuhi akan merasa puas, aman dan tenang. Contoh kebutuhan
rokhani antara lain kebutuhan akan rekreasi, agama, nonton TV, baca buku, dan
pendidikan.
c.
Macam-Macam
Kebutuhan Menurut Waktu Penggunaannya
Menurut
Waktunya, kebutuhan manusia dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut:
1.
Kebutuhan
sekarang adalah kebutuhan manusia yang harus segera dipenuhi pada saat
dibutuhkan. Apabila pemenuhan kebutuan ini tidak dilakukan dengan segera akan
berakibat tidak baik terhadap kelangsungan hidupnya, yang termasuk kebutuhan
sekarang antara lain:
a)
Makanan
sangat dibutuhkan oleh orang yang kelaparan dan ini harus segera dipenuhi
karena orang bisa mati kelaparan
b)
Minuman
sangat dibutuhkan bagi orang yang kehausan dan ini harus segera dipenuhi karena
orang bisa mati kehausan
c)
Obat
sangat dibutuhkan bagi orang yang sakit. Kebutuhan ini tidak bisa ditunda
karena akan berakibat fatal.
2.
Kebutuhan
masa yang akan datang adalah kebutuhan manusia yang pemenuhannya dapat
ditangguhkan pada masa yang akan datang. Pemenuhan kebutuhan ini dapat
dipersiapkan dari sekarang. Contoh, seseorang saat ini bekerja untuk memperoleh
uang tetapi tidak lupa menyisihkan sebagian uangnya untuk memenuhi kebutuhan
yang akan datang. Uang tabungan ini bisa digunakan untuk pendidikan di masa depan
bagi anak-anaknya.
d.
Macam-Macam
Kebutuhan Menurut Subjek
Menurut subyek
yang merasakannya, kebutuhan manusia dibedakan menjadi dua macam yaitu:
1.
Kebutuhan
Individual adalah kebutuhan yang berhubungan langsung dengan perorangan.
Kebutuhan ini dirasakan oleh diri pribadi seseorang dan pemenuhannya dilakukan
secara individu. Tentu saja kebutuhan ini tidak sama orang yang satu dengan
yang lainnya. Contoh kebutuhan ini seperti makan, minum, mobil, sepatu, dan
kaca mata. Kebutuhan tergantung dari keinginan masing-masing.
2.
Kebutuhan
kelompok atau kolektif adalah kebutuhan yang dirasakan oleh sekelompok orang
secara bersama-sama dan pemenuhannya juga dilakukan secara bersama-sama. Contoh
kebutuhan ini antara lain: kebutuhan akan jalan, jembatan, sekolah, pasar, dan
lapangan.
Untuk bisa melangsungkan kehidupannya dan memperoleh kemakmuran, orang
harus mampu mengimbangi kebutuhan dengan alat pemenuhan yang ada juga perlu
ditingkatkan dan dikembangkan secara terusmenerus. Alat pemenuhan kebutuhan
manusia banyak sekali macamnya.Ada yang berupa barang dan jasa. Ada yang
berwujud dan ada tidak berwujud. Begitu juga untuk memperoleh perlu
mengeluarkan uang atau tidak mengeluarkan uang untuk memperolehnya.Seperti
halnya kebutuhan, alat pemuas kebutuhan terdapat berbagai jenis atau macamnya.
Banyaknya alat pemenuhan kebutuhan itu agar mudah mengingat maka perlu
diklasifikasikan sebagai berikut.
a. Alat Pemenuhan Kebutuhan Menurut Kelangkaannya atau Cara Memperolehnya
Menurut kelangkaanya atau cara memperolehnya alat pemuas
kebutuhan dibedakan atas barang ekonomis dan barang bebas.
1.
Barang
Ekonomis
Barang ekonomis
adalah semua barang yang keberadaanya terbatas sehingga untuk memperolehnya
perlu pengorbanan baik materiil maupun fisik. Contoh barang ekonomis antara
lain sepatu dan air minum.
2.
Barang
bebas
Barang bebas
adalah barang yang jumlahnya banyak sehingga untuk memperolehnya tidak perlu
pengorbanan. Misalnya sinar matahari, udara dan air.
b. Alat Pemenuhan Kebutuhan Menurut Hubungannya dengan
Barang Lain
Berdasar hubungannya dengan barang lain, barang dapat
dibedakan menjadi barang substitusi dan barang komplementer.
1.
Barang
Substitusi
Barang
substitusi adalah barang yang dalam penggunaanya saling dapat menggantikan
dengan barang lain dengan syarat barang tersebut memiliki kegunaan yang sama.
Contoh barang ini antara lain, nasi bisa diganti fungsinya dengan singkong, dan
gula merah bisa digantikan dengan gula putih.
2.
Barang
Komplementer
Barang
komplementer adalah barang yang penggunaanya dapat saling melengkapi satu sama
lain, karena bila tidak salah satu maka barang tersebut kurang bermanfaat atau
bahkan tidak bermanfaat sama sekali. Contoh barang ini antara lain: motor tidak
akan jalan kalau tidak ada bensin, kompor tidak menyala kalau tidak ada gas
atau minyak tanah.
c. Alat Pemenuhan Kebutuhan Menurut Tujuan Penggunaannya
Dilihat dari tujuan penggunaannya barang dapat
dikelompokkan menjadi barang produksi dan barang konsumsi.
1.
Barang
Produksi (Barang Modal)
Barang produksi
disebut juga barang modal karena barang ini tidak dapat langsung memenuhi
kebutuhan manusia tetapi melalui proses dahulu baru dapat digunakannya. Barang
ini dapat menghasilkan barang lain. Contoh barang modal antara lain: lahan,
mesin, dan gedung.
2.
Barang
Konsumsi
Barang konsumsi
adalah barang-barang yang dapat digunakan secara langsung untuk memenuhi
kebutuhan manusia. Barang ini banyak ragamnya tergantung dari masing-masing
individu yang menginginkan. Dalam kehidupan sehari-hari barang konsumsi disebut
juga barang jadi atau siap pakai karena telah melalui proses produksi dan siap
dipasarkan. Contoh barang ini antara lain, buku tulis yang kalian butuhkan
untuk belajar dan alat tulis.
d. Alat Pemenuhan Kebutuhan menurut Proses Pembuatannya
Berdasarkan proses pembuatan, alat pemuas kebutuhan dapat
dikelompokkan menjadi tiga macam,yaitu barang mentah, barang setengah jadi dan
barang jadi.
1.
Barang
Mentah
Barang mentah
adalah barang yang belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tetapi harus
melalui proses produksi terlebih dahulu. Contoh barang mentah antara lain :
padi belum bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan karna masih berupa barang
mentah dan harus melalui proses dahulu, begitu juga kayu belum digunakan bila belum
dibentuk dulu menjadi perabot.
2.
Barang Setengah Jadi
Barang setengah
jadi yaitu barang atau alat pemuas kebutuhan yang masih dalam proses produksi.
Contoh barang ini antara lain : benang sebelum dibuat kain, dan tepung sebelum
dibuat kue.
3.
Barang
Jadi
Barang jadi adalah
barang atau alat pemuas kebutuhan yang dapat digunakan untuk memenuhi
kebutuhan.Contoh barang ini antara lain : nasi, kue, alat tulis, tas, baju,
celana, buku, dan pensil.
1. Tempat Tinggal
Tempat tinggal manusia mempengaruhi keinginan manusia
dalam memenuhi kebutuhan. Manusia yang bertempat tinggal di daerah tropis,
dengan dua perubahan musim (musim hujan dan musim kemarau), umumnya membutuhkan
makanan yang berkalori tinggi, pakaian yang lebih tipis, dan perumahan yang
berventilasi lebar. Hal ini tentu saja berbeda dengan kebutuhan manusia yang
bertempat tinggal di daerah dengan empat perubahan musim.
2. Pendidikan
Manusia yang berpendidikan tinggi, seperti sarjana,
berbeda keinginannya dalam memenuhi kebutuhan dengan yang berpendidikan sekolah
lanjutan pertama. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin besar dan
bervariasi keinginan dalam memenuhi kebutuhan.
3. Usia
Manusia yang berusia dewasa memiliki keinginan yang
berbeda dengan yang masih berusia remaja atau anak-anak. Semakin tinggi usia
seseorang maka semakin bervariasi keinginannya dalam memenuhi kebutuhan.
4. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia
Manusia yang memiliki sumber daya alam yang banyak atau
melimpah, keinginan memenuhi kebutuhannya lebih besar dibanding dengan yang
kurang sumber daya alamnya. Sumber daya manusia yang mampu, dalam arti semakin
tinggi tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki, memiliki keinginan
dan peluang untuk memenuhi kebutuhannya lebih besar dibanding manusia yang
kurang mampu.
5. Jenis Kelamin
Perbedaan jelas kelamin pasti akan memengaruhi perbedaan
jenis dan jumlah kebutuhan. Jenis kelamin akan berpengaruh juga pada varian dan
jenis ebutuhan.
6. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan
adanya penemuan-penemuan baru dan produk-produk baru. Munculnya produk baru ini
akan memengaruhi orang untuk memilih, sehingga muncul kebutuhan akan produk
baru itu.
7. Tingkat Pendapatan
Semakin besar pendapatan seseornag maka semakin besar
pula kebutuhan karena mereka memiliki sarana untuk memenuhinya dan sebaliknya
semakin kecil pendapatannya akan semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan.
8. Status Sosial
Semakin tinggi kedudukan seseorang di masyarakat biasanya
semakin beragam dan bertambahnya kebutuhan.
9. Perbedaan Selera
Perbedaan selera ini akan sangat berpengaruh terhadap barang/jasa yang
dibutuhkan. Selera seseorang akan memengaruhi orang tersebut akan pemenuha
kebutuhannya.
Dalam memenuhi kebutuhan, manusia tidak dapat
melakukannya sendiri, namun memerlukan bantuan orang lain yang sama sama ingin
memenuhi kebutuhan. Selain itu manusia meskipun tidak memiliki kesempurnaan
dalam segala tindakannya, namun sebagai makhluk ekonomi, dalam
bertindak ekonomi setidaknya memiliki empat aspek berikut:
Rasionalitas didefinisikan sebagai kemampuan untuk
berpikir baik dan berlatih mengambil keputusan yang tepat. Manusia memiliki
beberapa kendala, tetapi dengan akal sehat yang dijalankan, akan dapat
mengatasi kendala tersebut. Pemenuhan kebutuhan dengan menggunakan akal sehat
dapat membandingkan jumlah biaya yang akan dikeluarkan dengan jumlah barang dan
jasa yang akan diperoleh. Selain itu, dengan akal sehat dapat membedakan
kebutuhan apa yang harus didahulukan dan apa yang dapat ditunda.
Manusia sebagai homo economicus memiliki kepentingan pribadi
yang melekat kental pada dirinya masing-masing. Kepentingan pribadi sebenarnya
tidak menguasai secara penuh diri manusia, tetapi masih ada kepentingan lain yang
bersifat sosial atau ingin membantu orang lain. Manusia bersaing karena
keterbatasan sumber daya ekonomi. Jika sumber daya ekonomi banyak dan melimpah maka
tidak terjadi persaingan dan tidak ada yang mendahulukan kepentingan pribadi.
Manusia dalam memenuhi kebutuhannya, harus
mempertimbangkan aspek-aspek moral. Aspek moral dan akhlak sangat diperlukan
saat manusia menjalankan fungsinya sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi. Penggunaan
moral dan akhlak akan dapat menghindarkan terjadinya pemenuhan kebutuhan dengan
menghalalkan segala cara, merugikan orang lain, atau dengan jalan yang tidak
baik. Bersikap jujur dalam kehidupan adalah kunci utamanya.
Untuk dapat melakukan kegiatan ekonomi dengan baik,
dibutuhkan informasi yang benar dan lengkap agar pilihan yang ditetapkan
mempunyai nilai guna yang besar sehingga manfaatnya juga besar. Dengan adanya
informasi, manusia melakukan pilihan-pilihan yang tepat dari sekian banyak
informasi. Semakin lengkap informasi, semakin besar kemungkinan memilih yang
terbaik.
.
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa manusia sebagai makhluk
ekonomi tidak bisa lepas dari peran manusia lain dalam memenuhi kebutuhannya.
Kondisi tersebut secara tidak langsung menggambarkan bahwa manusia pada
dasarnya juga makhluk sosial. Manusia sebagai individu dalam kehidupan
sehari-harinya selalu berinteraksi atau berhubungan dengan individu yang lain.
Hubungan tersebut secara alami akan mendorong setiap individu untuk melakukan
kerjasama. Untuk mewujudkan perilaku manusia yang bekerjasama secara harmonis
dalam memenuhi kebutuhan, maka perlu adanya kepedulian dari setiap diri manusia
mewujudkan keselarasan antara fungsi manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk
ekonomi.
1.
Saling
menghormati hak dan kewajiban masing-masing dalam melakukan kerjasama.
2.
Saling
berbagi ilmu dan pengetahuan untuk kemajuan bersama.
3.
Saling
tolong-menolong dan bahu-membahu dalam kegiatan sehari-hari.
4.
Menjaga
dan memupuk harga diri setiap pihak dalam melakukan kerjasama.
5.
Bahu-membahu
untuk mencapai tujuan bersama tanpa mengesampingkan norma-norma yang berlaku.
Perbedaan kemampuan setiap manusia menyebabkan manusia
dapat lepas dari manusia yang lain. Perbedaan kemampuan setiap manusia ini,
menyebabkan pula perbedaan hubungan perilaku kerjasama. Hubungan
perilaku kerjasama biasanya didasarkan pada maksud dan tujuan yang
diinginkan, yaitu sebagai berikut:
1.
Hubungan
kerjasama yang saling menguntungkan
Manusia tidak memiliki kemampuan yang sama dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya. Misalnya, tidak setiap orang memiliki kemampuan untuk
menjadi seorang koki atau menjadi seorang pengusaha mebel. Misalnya, Pak Anwar
adalah seorang pengusaha mebel yang ingin membuka sebuah rumah makan. Namun, ia
tidak mempunyai kemampuan untuk menjalankan usahanya itu. Sebaliknya, Pak
Darwin saudaranya, ahli dalam masakan Padang yang ingin membuka rumah makan
Padang, namun tidak memiliki dana. Kemudian Pak Darwin menawarkan jasanya
kepada Pak Anwar untuk mengelola rumah makan tersebut. Karena dirasa
menguntungkan, Pak Anwar menerima tawaran tersebut. Dari kerjasama ini, Pak
Anwar dapat menikmati hasil rumah makan Padang yang dijalankan Pak Darwin,
sedangkan Pak Darwin memperoleh penghasilan dari rumah makan yang
dijalankannya. Kerjasama antara Pak Anwar dengan Pak Darwin adalah contoh
kerjasama yang saling menguntungkan, karena keduanya sama-sama memperoleh
keuntungan.
2.
Kerjasama
untuk kepentingan bersama
Kerjasama untuk kepentingan bersama banyak kita temui
dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, misalnya
adanya gotong-royong kegiatan kebersihan lingkungan atau kegiatan penghijauan.
Dalam kehidupan ekonomi, misalnya sebuah perusahaan besar berperan sebagai
bapak angkat bagi usaha kecil menengah (UKM). Perusahaan besar memberikan
bimbingan, pengarahan dalam kegiatan produksi dan pemasaran, serta bantuan
modal kepada UKM agar bisa berkembang besar dan akhirnya mampu berdiri sendiri.
Sebaliknya, perusahaan kecil dapat mendukung perusahaan besar dengan memasarkan
hasil produksi perusahaan besar.
3.
Kerjasama
untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan orang lain.
Pada awalnya, manusia berpikir dan berusaha bagaimana
cara memenuhi kebutuhannya sendiri. Namun, setelah mereka menyadari bahwa kebutuhan
tersebut tidak hanya dibutuhkan sendiri, maka manusia juga berusaha bagaimana
ia dapat memenuhi kebutuhan orang lain. Manusia dalam memenuhi kebutuuhan
hidupnya selalu dibatasi oleh norma-norma yang berlaku. Bentuk kerjasama yang
paling baik dalam memenuhi kebutuhan adalah kerjasama yang saling menghormati. Manusia
harus menggunakan akal dan pikirannya dalam berusaha dan bertindak. Karena
hanya dengan akal dan pikiran yang sehat akan membuat kita dapat memahami kebutuhan
sendiri dan kebutuhan orang lain. Misalnya, saat musim kemarau, masyarakat desa
kesulitan akan air bersih. Air bersih yang tersedia hanya terbatas pada air
pancuran yang mengalir dari pegunungan. Oleh karena air bersih sangat terbatas,
maka masyarakat sepakat untuk mengadakan antrian secara bergiliran agar semua
masyarakat desa mendapatkan air bersih. Kerjasama yang saling menghormati ini
penting dilakukan agar tidak terjadi perselisihan antarwarga masyarakat.
Daftar Pustaka
Nurdin, Muh dkk. 2008. Mari Belajar Ilmu Pengetahuan
Sosial untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Buku Sekolah Elektronik (BSE).
https://id.wikipedia.org/wiki/Kelangkaan

Comments
Post a Comment